Menentukan Hilal Itu Seni

Aug 30

Menentukan Hilal Itu Seni

Maksudnya adalah berbagai gaya para pengintai bulan melalui teropong yang dipasangnya. Mereka bisa tertawa, nyengir, sangat serius atau bahkan sekedar berbaring di tempat lapang, dengan mata telanjang mereka ingin melihat bulan yang masih nyamut-nyamut. Tentu saja mereka tidak sungguh-sungguh berharap melihat bulan baru, mereka penggembira. Tetapi intinya mereka adalah penyemangat tim inti agar tetap punya semangat mengintai fase Cresent atau bulan baru. Tempat-tempat favorit untuk mengintai hilal antara lain Pantai Nambangan Surabaya, Pantai Gebang Bangkalan Madura, Pantai Ambet Pamekasan Madura, Tanjung Kodok Lamongan, Bukit Condro Gresik,  Pantai kalbut Bodowoso,Pantai Plengkung Banyuwangi, serta Pantai Serang Blitar, Pantai Srau Pacitan.

Pada sistem kalender Komariah pergantian hari baru selalu berlangsung senja hari antara jam 16.00 – 18.00, ini berbeda dengan sistem solar atau kalender matahari yang berlangsung pukul 00.00. Karena itu dengan mengusung peralatan canggih banyak pengintai bertebaran di pantai-pantai, puncak gedung dan lapangan luas untuk menjadi saksi bahwa hari telah berganti. Jika itu terjadi di akhir bulan Ramadhan dan akan masuk bulan Syawal, persaksian itu menjadi sangat penting  karena akan menentukan esok paginya sudah masuk hari Iedhul Fitri atau belum. Susahnya jika ternyata saat pengintaian itu hilal bulan baru masih pada posisi dibawah 2 derajat diatas ufuk horison, tentu tidak kelihatan, atau cuaca ternyata mendung, berkabut atau malah hujan lebat, semua bisa bermuka masam kecewa. Lantas bagaimana?

  1. Puasa digenapkan menjadi 30 hari, artinya puasanya ditambah 1 hari lagi biar genap jadi 30 hari. Cara ini  disebut dengan istilah istikmal (إستكمل) Mengapa begitu? karena sistim Komariah hitungan harinya perbulan 29, 5  hari atau 29 hari 12 jam, 44 menit 2.8 detik atau 29.53059 hari. .
  2. Atau menggunakan perhitungan. Jika dihitung-hitung secara astronomis memang bulan sudah “hilal” walaupun tanpa melihat atau kelihatan dianggap sudah mencapai maksudnya, yaitu berganti hari. Jadi tidak perlu menambah puasa 1 hari lagi. Esok harinya sudah hari Idhul Fitri.

Hilal adalah “bulan sabit pertama yang dapat terlihat di ufuk barat beberapa saat setelah matahari terbenam. Waktu Hilal muncul dan terlihat berkisar antara 10-40 menit, setelah itu bulan terbenam. Walaupun begitu jika munculnya hilal masih dibawah 2 derajat, sinarnya masih 1 % dari sinar bulan purnama artinya nyamut-nyamut tak terlihat. Hilal akan nampak jika sudah mencapai 7 derajat diatas ufuk horison barat.

Bagi yang mempergunakan perhitungan atau Hisab astronomis, munculnya angka 2 derajat sudah cukup membuktikan hari telah berganti karena hilal telah wujud walau tak terlihat. Tetapi bagi yang menggunakan Ru’yah murni dianggap belum cukup bahkan mereka mengatakan jika suatu Hilal dapat terlihat menurut pengguna ru’yah murni sedangkan menurut pengguna hisab astronomi Hilal tidak mungkin dapat terlihat, maka pengguna ru’yah murni akan tetap menyatakan Hilal telah terlihat dan menolak pernyataan pengguna hisab astronomi. Di antara alasan mereka adalah : ru’yah Hilal adalah sunnah, ru’yah Hilal adalah ibadah, bahkan ada sebagian dari mereka yang sampai berpendapat bahwa hisab adalah bid`ah sehingga sangat alergi dan benci dengan penggunaan hisab, terutama hisab untuk penentuan Hilal.

Melihat keadaan yang seperti itu maka wajarlah kalau masyarakat Indonesia bisa mengalami dua kali hari raya Iedhul Fitri. Asal tahu saja terhadap yang begini orang Malaysia mengatakan :”Koq bisa ya?”

Mungkin Malaysia menggunakan cara Ru’yah dengan dibantu Hisab. Dalam hal ini Ru’yah adalah metode terbaik tetapi tidak menolak perhitungan untuk menentukan awal Hilal. Hasil ru’yah dalam praktek dibuktikan kebenarannya dengan hisab astronomi. Jika menurut perhitungan Hisab astronomis dinyatakan Hilal tidak mungkin terlihat maka kesaksian para pengamat Hilal bisa ditolak.

Bulan itu indah:

Bulan Posisi cembung dilihat dari lereng Gunung Merapi Yogyakarta

"Bulan kesiangan dilangit barat"

Warna Bulan yang lain dilihat dari sekitar P4TK Seni dan Budaya Yogyakarta

Bulan kesiangan disisi atap Masjid Perum Sukoharjo Ngaglik Sleman

 

Just Relax

 

 

 

4 comments

  1. Putri Anggi /

    Ass., bang Bro, pengin tahu dalil yang membolehkan hisab itu apa?. Kalau ru’yah secara tradisi kan memang sudah dijalankan sejak zaman Rasullulah?

    • Walaikumussalam wrwb.,
      Dalil dibolehkannya hisab antara lain adalah:
      ‏ ‏إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا فَإِنْ ‏ ‏غُمَّ ‏ ‏عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ ‏
      Rasulullah bersabda, “Jika kalian melihat Hilal, maka shaumlah kalian. Dan jika kalian melihat Hilal (Syawwal), maka berbukalah kalian. Jika awan menyelimuti kalian, maka hendaklah kalian menghitungnya!” (Bukhari [nomor : 1900], Muslim [nomor : 1797) dari Ibnu Umar.

      Beberapa ulama ini juga membolehkan : Ibnu Qutaibah, Abul Abbas Ahmad bin Amr bin Suraij asy-Syafi’i, Ibnu Hazm, Ibnu Daqiq al-’Iid, Taqiyuddin al-Subki, Muhammad Rasyid Ridha, Asy-Syarwani, Asy-Syarqawi, Al-`Abbadi, Al-Qalyubi, Ar-Ramli, Ahmad Muhammad Syakir, Syaraf al-Qudah, Yusuf Al-Qaradhawi, Musthafa Ahmad Az-Zarqa, dan lain-lain.
      Ulama-ulama Indonesia juga cukup banyak yang menyatakan bolehnya menggunakan hisab, beberapa di antara mereka adalah Ahmad Dahlan dan A. Hassan.

      Isyarat dari Quran antara lain:

      Mereka bertanya tentang Hilal-Hilal, katakanlah itu adalah waktu-waktu bagi manusia dan bagi (ibadah) haji [Al-Baqarah (2): 189]

      Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. [Al-An'am (6) : 96]

      Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. [Yunus (10) : 5]

      Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari karunia dari Tuhanmu dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. [ Al-Israa' (17) :12]

      Begitu mudah-mudahan berguna.

      Bagi yang ingin lebih jauh lagi mengetahui cara-cara menentukan Hilal, ini ada Link yang saya anggap bagus untuk dibaca:

      http://muslim.or.id/ramadhan/menentukan-awal-ramadhan-dengan-hilal-dan-hisab.html
      dan
      http://myks.wordpress.com/2007/10/03/penentuan-hilal-dengan-ruyah-dan-hisab/

  2. Very nice, i suggest webmaster can set up a forum, so that we can talk and communicate.

  3. kiamat itu diikuti dengan tanda-tanda, beberapa tanda-tandanya adalah keluarnya ya’juj ma’juj, kebakaran di makkah (klo tidak salah), turunnya nabi isa, dan banyak lagi, belum lagi keluarnya al-masih dajjal dan banyak sekali tanda-tandanya, lihat di almanhaj.or.id, trus rasulullah saja tidak mengetahui kapan kiamat itu datang, suku maya hanya suku yang menyembah berhala, pantas syaithan senang membisikkan hal-hal seperti itu pada mereka, andai benar tertawalah syaithon dan celakalah mereka yang percaya dan tunduk terhadapnya.

Leave a Reply